Catatan seputar membangun untuk web — React, Next.js, dan hal-hal yang saya pelajari di sepanjang jalan.
9 tulisan
Sebelas API NestJS, dan tumpukan guard-nya tumbuh dengan pola yang sama di tiap proyek: dua guard, lalu tiga, lalu tujuh. Apa yang diajarkan urutan itu, dan satu bug fail-open yang bersembunyi di pertemuan row-level security dengan default yang permisif.
Panduan membuat portfolio sepenuhnya dwibahasa (EN/ID) — subpath routing dengan next-intl, localization konten per-field di Payload CMS, serta jebakan 404 dan SEO yang saya temui sepanjang jalan.
500 itu cara backend memberi tahu bahwa ia menemui sesuatu yang belum bisa ditanganinya. Yang menentukan bukan apakah error itu muncul, tapi apakah ada yang mendengarkannya.
Setiap endpoint mengembalikan amplop yang sama, baik sukses maupun gagal — bentuk response yang layak disepakati, serta global interceptor dan exception filter yang menegakkannya di NestJS.
Kenapa src/ yang datar mulai berantakan begitu proyeknya punya fitur sungguhan, dan tata letak module-driven yang menggantikannya — satu direktori per fitur, dengan common, config, dan database di sampingnya.
Dari terminal kosong sampai endpoint kustom yang jalan: memasang CLI Nest, membaca struktur proyek yang dihasilkan, dan bagaimana controller dan service membagi tugas di antara keduanya.
Aplikasi Next.js yang merender QR code sambil Anda mengetik dan membebaskan Anda mengatur setiap bagiannya — titik, sudut, warna, logo di tengah — lalu mengekspornya ke PNG, JPEG, SVG, atau WEBP.
Membangun form registrasi yang type-safe di Next.js dengan React Hook Form dan skema Zod — mulai dari setup, validasi, sampai memasang komponennya ke sebuah halaman.
Komponen AnimatedSection yang bisa dipakai ulang untuk menganimasikan konten saat masuk dan keluar viewport, mengikuti arah dan posisi scroll, dibangun dengan Framer Motion dan React hooks.